Translate

Rabu, 10 Januari 2018

Persiapan Kuliah ke Australia oleh Superstar Education




Hai guys, buat kalian yang mempunyai keinginan untuk kuliah ke Australia, bisa terwujudkan asal ada beberapa hal yang wajib kalian ketahui nih, sebelum benar-benar kuliah disana. Selain kuliah, pasti ada juga yang kepingin banget kerja di sana. Atau ada juga yang pengen Kuliah dan mau kerja part time. Buat kalian yang ingin kuliah di Australia. Nah, pasti ada dari kalian yang ingin kuliah saja, fokus. atau, ada juga yang ingin punya softskill dengan kerja part time. 

Perlu kalian pertimbangkan sebelum memilih kampus yah. 
1) Bicarakan keinginan untuk lanjut study ke Australia dengan kedua orang tua
2) Pastikan ada budget yah, karena kuliah di Australia biayanya cukup tinggi 
3) Selain budget untuk kuliahnya, pastikan ada saldo alias deposit dalam rekening bank. Karena beberapa kampus akan minta atau saat pembuatan visa pasti membutuhkan rekening bank. Minim ada uang 300 jutaan yah, karena tiap univ mempunyai level assement yang berbeda-beda. 
4) Pilih kampus yang benar-benar sesuai dengan pilihan dan budget kalian. 
5) Jika kalian ingin mendapatkan beasiswa, itu bisa. Namun, sangat jarang sekali jika Univ atau goverment memberikan full scholarship untuk jenjang Bachelor alias sarjana. Jika, kalian sudah lulus dari sarjana dan mau melanjutkan untuk postgraduated atau s2. Kalian bisa mencoba beberapa beasiswa dari goverment, seperti : LPDP, ENDEAVOUR, AAS dan lain-lain. Selain beasiwa full scholarship, setiap kampus menyediakan scholarship parsial atau hanya potongan harga. 
6) Setelah mendapatkan univ dan jurusan yang kalian butuhkan , siapkan berkas-berkas yang di butuhkan untuk apply di kampusnya. Kalian tinggal siapkan saja, karena Superstar Education dengan senang hati membantu kalian untuk apply ke kampus pilihan kalian. 
7) Jangan lupa persipkan untuk IELTS, di Superstar Education juga membantu untuk Preparation IELTS.
8) Setelah apply ke kampusnya, kalian akan mendapatkan offer letter. Kalian berhak menerima atau menolak offer letter tersebut, jika kalian menerimanya maka proses selanjutnya adalah membayar sesuai dengan yang tertulis dalam offer letter. Setelah pembayaran dilakukan, maka keluarlah CoE (Certificate of Eligibility).
9) Setelah mendapat CoE kalian bisa mengurus pembuatan Visa, tapi sebelumnya jangan lupa siapkan berkas-berkas dan medical check up. Kalian tidak perlu repot membuat visa, karena Superstar Education yang akan mengurus pembuatan Visanya. 
10) Visa keluar, kalian bisa membeli tiket keberangkatan dan menentukan akomodasinya. 
Superstar Education , bisa membantu kalian untuk mencari akomodasinya. Karena, Main office Superstar Education ada di Sydney , dan ada juga kantor di Melbourne. Jadi buat kalian yang tertarik untuk konsultasi dan kuliah ke luar negeri bisa banget kontak dengan saya, Disma 

Informasi detail:
Disma Yulynda (Student Counsellor)
081333172424 (Whatsapp)
@dismayulynda2 (Id Line)
Disma@super-star.com.au





Belajar di Australia lebih mudah

Buat kalian yang tertarik untuk melanjutkan study di Luar negeri, Negara Australia bisa menjadi pilihan kalian untuk belajar disana. Mengapa harus Australia ? 

 1) Negara yang mempunyai kota indah, nyaman, dan stabil. Terutama Melbourne nih, sudah 7 kali berturut2 terpilih menjadi kota ternyaman. 

 2) Australia tidak jauh dari Indonesia, jika kalian memilih tinggal di Perth atau Darwin, perjalanan dari Bali hanya memakan waktu 1 jam saja, wah berasa kayak surabaya ke jakarta aja.  

3) Pilihan study di Australian pun beragam, mulai dari diploma, advance diploma, bachelor, posgraduated, dan doctoral. kalau kalian law bugdet tapi ingin kuliah di Australia, bisa banget pilih Diploma,. eits diploma ini bukan D3 yang kayak di Indonesia yaa.. Diplomanya di Australia ini cukup singkat, bahkan ada yang hanya 6 bulan, tapi rata-rata 1 tahun sih.  

4) Study di Australia, legal untuk part time job, tiap pemegang Student Visa. Berhak mendapat jatah part time job 40 jam/2 minggu. Nah yang lebih menyenangkan, kalau kerja di Ausie kalian hitungan gajinya perjam. beda dengan Indonesia yang bulanan hehehe

5) Durasi kuliah disana juga lebih cepat dan tidak ada skripsinya. jika kamu menjumpai jurusan yang tercantum (Honours) itu bisa menjadi opsi saja..  

 6) Selain itu, Juga tersedia scholarship di tiap university akan berbeda-beda, rata-rata beasiswanya parsial aja. Tapi lumayan bukan.  

Nah, buat kalian yang uda kepikiran dan kepengen banget kuliah di Australia. Bisa kontak Disma .. aku akan bantuin kalian untuk apply, pengurusan visa, dan akomodasi disana. Feel Free, no service charge.

Informasi Detailnya :  
Disma 
081333172424 (whatsapp) 
@dismayulynda (LINE) 
disma@super-star.com.au


PATAH




Puisi adalah sosok dirimu dalam hariku
Ada seutas kata terselip di tatanan pikiranku
Tertatih dan rindu , rasa dan kata yang menderu dalam kalbu
Apa  yang mampu membuatku membunuh itu?
Hadirmu, mungkin mampu merebahkan rasa lelah merindukanmu

Apresiasi Prosa fiksi novel "Theseus"



Apresiasi Prosa Fiksi
Novel THESEUS
Karya “ Andre Gide “
Disma Yulynda / PB 2012 / 122074242


            “Theseus” merupakan salah satu novel karya Andre Gide atau André Paul Guillaume Gide. Lahir pada 22 November 1869  dan meninggal pada 19 Februari 1951  adalah seorang penulis asal Perancis. Ia memperoleh anugerah Penghargaan Nobel dalam Sastra pada tahun 1947. Novel ini merupakan , novel yang sudah di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia oleh Ali Audah.
            Dalam novel “Theseus” ini berisi 12 bagian dan 63 Halaman. Dalam setiap bagian-bagian ceritanya seakan-akan potongan cerita yang sepertinya berdiri sendiri namun sebenarnya merupakan satu kesatuan cerita yang sambung sinambung. Gaya bahasanya pun cukup rumit untuk dipahami.
            Dari judul novelnya “ Theseus “ dan setelah diketahui bahwa itu adalah salah satu nama tokoh yang ada di dalamnya. Dapat dengan mudah ditebak bahwa cerita tersebut menceritakan theseus itu sendiri. Namun , setelah membacanya untuk menebak setiap jalan ceritanya cukup susah. Dan harus benar – benar memahami setiap kata , karena kata –kata yang disusunnya pun cukup rumit.
Tokoh dan penokohan
            Saya menyebut Theseus , sebagai tokoh utama dalam novel ini. sesuai dengan judulnya yang mana di dalamnya menceritakan tentang perjalanan hidup theseus. Dan dalam novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama , ditandai dengan “ aku “. Selain itu tokoh theseus juga sering muncul dalam cerita ini.
            Digambarkan bahwa theseus ini adalah seorang yang pemberani , percaya diri , ambisius namun juga tidak bertanggung jawab dan tidak konsisten.
            Sedangkan nama tokoh-tokoh lain dalam novel ini yakni Aegeus, hypollitus, Poseidon, Pirithous, Herkules, Antiope, Pyregone, Menalip, Minos, Minotaur, Pasiphae, Rhadamanthus, Daedalus, Ariadne, Phaedra, Elaukus dan Oedipus. namun tidak digambarkan bagaimana karakter dan perannya dalam cerita. Dalam arti tokoh-tokoh lain ini hanya sekedar sebagai tokoh tambahan dalam cerita dengan hanya menyebutkan nama-nama tokoh ini namun tidak menghidupkannya dalam peran.
Alur
            Alur yang terdapat dalam novel Theseus ini adalah alur campuran tidak semua cerita diungkap secara linier, akan tetapi ada beberapa cerita yang diungkap secara flash back. yakni pada bagian ke 1 ia mulai menceritakan bagaimana kehidupan theseus sebelumnya. Di samping itu , alur dalam cerita ini juga melompat – lompat. Sehingga sedikit bingung.
Latar
            latar cerita dalam novel ini meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Dalam novel ini diketahui latar tempatnya meliputi : hutan, taman, pantai, laut, sekitar istana, di desa, di kota-kota, di pelabuhan, di ibu kota pulau, kamar istana, di bawah ruangan kerajaan, sebuah arena besar dalam bentuk setengah lingkaran terbuka di dekat laut, di amphitheatre, labyrinth, danau moris, pulau naxos.
            Latar waktu meliputi pagi, siang, sore dan malam. Dan Latar suasananya meliputi kesal, benci, tertekan, tegang, mencekam, iri, cemburu, bahagia, acuh dan sedih.
Pendekatan
            Setelah saya membaca novel ini, saya menggunakan pendekatan mimesis yang merupakan pendekatan yang memandang prosa fiksi sebagai hasil ciptaan manusia yang ditulis berdasarkan bahan – bahan yang diangkat atau hasil penghayatan penulis terhadap kehidupan di sekitarnya.
            Dalam Theseus banyak hal-hal yang ditiru yang sebelumnya diolah oleh Andre Gide membentuk suatu cerita yang tidak jauh beda dengan peristiwa-peristiwa yang ada pada realita.

                                  

Rabu, 03 Desember 2014

Metode Intuitif dalam Filsafat Bahasa Kajian Fonem



Disma Yulynda
PB 2012/122074242

Metode intuitif : Fonem
            Fonem merupakan satuan bahasa terkecil yang bersifat abstrak dan mampu menunjukkan kontras makna atau abstraksi dari satu atau sejumlah fon. Karena bersifat abstrak, fonem bukanlah satuan bahasa yang tidak nyata. Mengapa bunyi yang berfungsi membedakan makna ini disebut fonem? karena, bunyi yang tidak berfungsi sebagai pembeda makna dinamai “fon”.
            Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi pertama menyebutkan bahwa fonem adalah bunyi bahasa yang berbeda atau mirip. Bunyi bahasa yang harus dibedakan dari tulisan. Bunyi bahasa yang dihasilkan manusia bermacam-macam. Ada yang membedakan arti, ada yang tidak. Bunyi [p] pada kata pagi diucapkan tidak sama dengan [p] pada kata siap karena [p] pada siap diucapkan dengan kedua bibir tertutup, sedangkan pada kata pagi bunyi [p] ini harus dilepas untuk bergabung dengan bunyi [a]. Perbedaan pelafalan itu tidak menimbulkan arti.
            Namun, fonem bukan hanya sekedar bunyi bahasa yang berbeda atau mirip. Melainkan fonem merupakan kesatuan bunyi terkecil suatu bahasa yang berfungsi membedakan makna. Untuk mengetahui sebuah bunyi adalah fonem atau bukan, kita harus mencari pasangan minimal, yaitu dua kata mirip yang memiliki satu bunyi yang berbeda dan menghasilkan makna yang berbeda pula.
            Hasil pembandingan kedua definisi fonem terlihat perbedaannya. Jika konsep Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia edisi pertama digunakan. Maka, ditemukan kelemahan dimana fonem bukan hanya sekadar bunyi bahasa yang berbeda atau mirip tetapi mempunyai fungsi membedakan makna. Dalam konsep Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia ini untuk mengetahui bunyi bahasa tersebut fonem atau bukan hanya dibedakan melalui tulisan saja. Seharusnya untuk mengetahui sebuah bunyi adalah fonem atau bukan, harus mencari pasangan minimal bukan hanya melalui tulisan saja.


Metode Sistematis dalam Filsafat Bahasa Kajian Fonem



Metode Sistematis: Fonem
            Setiap bahasa dibangun oleh fonem, fonem membangun sintaksis, ketiganya mempunyai pola. Kalau fonem tidak punya arti, tetapi digunakan untuk membedakan semantik dan sangat penting untuk mengetahui polanya, misalnya kalau perbedaan fonem [t] dan [d] pada kata tari dan dari tidak dapat dibedakan, maka kedua fonem itu adalah fonem yang sama, namun kita mengenal bahwa kedua kata tersebut berbeda makna karena kehadiran kedua fonem tersebut. Dalam hal ini terbuktikan kalau kehadiran kedua fonem itu berfungsi sebagai pembeda arti. Fonem tidak berarti kalau berdiri sendiri. Bahwa eksistensi saja belum tentu berarti, sebab fonem adalah sesuatu yang ada tapi tidak berarti.
            Fonem tidak bermakna kalau berdiri sendiri, karena harus mempunyi pola yang tampak. Jadi permasalahan dalam bahasa memang antara bentuk, bunyi adalah bentuk sekalipun abstrak tapi berpola dan makna. Pola fonem yang ada berbeda untuk setiap bahasa. Perbedaan fonem setiap bahasa yang paling terlihat adalah kuantitasnya. Setiap bahasa mempunyai jumlah fonem yang berbeda, maksudnya sebuah fonem mungkin hadir dalam satu bahasa namun absen dalam bahasa lain.
            Jenis-jenis fonem dalam bahasa Indonesia, secara resmi ada 32 buah fonem, yang terdiri atas: (a) fonem vokal 6 buah (a, i. u, e, ∂, dan o), (b) fonem diftong 3 buah, dan (c) fonem konsonan 23 buah (p, t, c, k, b, d, j, g, m, n, n, η, s, h, r, l,w, dan z). [2]  Apakah fonem dapat disebut juga sebagai grafem(huruf) ?
            Grafem adalah sistem pelambangan bunyi alih-alih disebut sistem ejaan, pada dasarnya grafem adalah huruf. [2] Sedangkan selama ini kita mengetahui bahwa jumlah huruf dalam bahasa Indonesia ada 26 buah (a, b, c, d, e,f, g, h, i, j, k, l, m, n, o, p, q, r, s, t, u, v, w, x, y, z).
            Fonem berbeda dengan grafem karena grafem berbicara tentang huruf, sedangkan fonem berbicara tentang bunyi. Seringkali representasi tertulis kedua konsep ini sama. Misalnya kata "ladang" mempunyai enam grafem, yakni <l>, <a>, <d>, <a>, <n>, dan <g>. Dari segi bunyinya perkaatan yang sama itu hanya mempunyai lima fonem, yakni /l/, /a/, /d/, /a/, dan /ŋ/ karena grafem <n> dan <g> hanya mewakili satu fonem /ŋ/ saja.
            Fonem adalah bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna. [1] Dalam ilmu bahasa (linguistik) kajian atau analisa bunyi bahasa dengan memperhatikan statusnya sebagai pembeda makna adalah fonemik. [1] Bunyi bahasa yang diucapkan oleh manusia akan memiliki pembeda makna pada setiap bunyi bahasanya. [1] Objek kajian dari fonemik adalah fonem, berbeda dengan objek kajian fonetik yang mengkaji fon. [1]
            Dalam kajian fonemik, istilah fonem juga dibicarakan. Bahwa fonem merupakan bunyi bahasa  terkecil yang dapat atau berfungsi membedakan arti. Telaah tentang fonem inilah yang dikatakan fonemik. Karena bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat bicara kita itu banyak ragamnya, bunyi-bunyi itu dikelompok-kelompokkan ke dalam unit-unit yang disebut fonem. Fonem inilah yang dijadikan  objek penelitian fonemik. Jadi, tidak seluruh bunyi bahasa yang bisa dihasilkan oleh alat bicara dipelajari oleh fonemik. Bunyi-bunyi bahasa yang fungsional yang menjadi kajian fonemik.

Rujukan
1.       ^  Abdul Chaer (2003). Linguistik Umum. Bandung: Rineka Cipta.
2.       ^ Mansur Muslich (2008). Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem             Bunyi Bahasa             Indonesia. Jakarta: Bumi Askara